Cara Melaporkan Postingan di Media Sosial yang Menistakan Islam dan Ulama

Cara Melaporkan Postingan di Media Sosial yang Menistakan Islam dan Ulama

Muslim Cyber Army
Anda yang biasa menggunakan Media sosial tentu pernah melihat postingan yang menistakan islam dan ulama. Beberapa orang menghina dan merendahkan Islam baik itu Nabi kita, Allah, Kitab Suci Agama kita dan lain lain.Hal tersebut tentu membuat kita geram, namun kadang-kadang kita bingung bagaimana melawannya, dan hanya bisa berkomentar saja sehingga kurang efektif memberikan efek jera kepada sang pelaku.

Team Pemburu Penista Agama dan Ulama yang tergabung dalam Muslim Cyber Army meminta pastisipasi para netizen Muslim untuk berperan aktif melaporkan praktik penistaan terhadap Islam dan Ulama.

Dikutip dari www.muslimbersatu.net, berikut ini langkah-langkah yang perlu dilakukan jika menemukan postingan di media sosial berupa tulisan, meme atau gambar yang mengandung unsur penistaan terhadap agama Islam dan Ulama.
  1. Screenshoot profile si pembuat postingan
  2. Screenshoot postingan atau meme yang dibuat
  3. Copy link alamat url profil si pembuat postingan
  4. Copy link alamat url postingan
  5. Kirimkan screenshoot dan link alamat url ke email laporMCA@gmail.com

(Sumber: Muslim Bersatu, "Lapor Kesini, Jika Menemukan Postingan yang Menistakan Islam dan Ulama")
Read More
Ziarah Kubur Saat Menjelang Ramadhan

Ziarah Kubur Saat Menjelang Ramadhan

Kuburan
Ziarah kubur termasuk di antara amalan yang dianjurkan dalam Islam. Mengunjungi makam lalu melantunkan dzikir dan doa-doa menjadi sarana (wasilah) seorang hamba untuk menghormati para pendahulu, mendoakan mereka, atau merenungi hidup yang kelak pasti akan berakhir.

Ziarah kubur atau Nadran atau Nyekar adalah salah satu tradisi yang dilakukan umat Islam di Indonesia. Ziarah kubur biasanya ramai dilakukan saat menjelang bulan Ramadhan.

Biasanya mereka beramai ramai bersama anggota keluarga ke makam anggota keluarga. Beberapa persiapan dilakukan dari mulai mnyiapkan kembang untuk taburan di kuburan, air, dan Al Qur'an atau buku kumpulan do'a, Surat Yaasin, dan tata cara ziarah.

Selain itu disiapkan pula seseorang yang akan memimpin untuk pembacaan doa dan sebagainya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam termasuk orang yang tak hanya mempraktikkan ziarah kubur tapi mengajarkan apa yang hendaknya dibaca saat seseorang berkunjung ke tempat pembaringan terakhir itu. Dalam Shahih Muslim dipaparkan bahwa setiap kali keluar rumah pada akhir malam menuju Baqi’ (makam para sahabat di Madinah yang kini menjadi makam Rasulullah sendiri), Rasulullah menyapa penduduk makam dengan kalimat berikut:

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn (Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian).

Usai membaca salam ini, Rasulullah lalu menyambungnya dengan berdoa “Ya Allah, ampunilah orang-orang yang disemayamkan di Baqi’.” Doa ini bisa kita ganti dengan memohonkan ampun kepada para ahli kubur tempat peziarah berkunjung.

Istri Baginda Nabi, Siti A’isyah pernah bertanya tentang apa yang seharusnya dibaca kala ia pergi ke kuburan. Rasulullah mengajarkan bacaan dengan redaksi lain, namun dengan substansi yang tetap mirip, yakni mengucapkan salam, mendoakan kebaikan bagi ahli kubur, dan menyadari bahwa peziarah pun suatu saat akan berbaring di dalam tanah. Berikut jawaban Rasulullah:

السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ

Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr minal mu’minîna wal muslimîn yarhamukumuLlâhul-mustaqdimîn minkum wa minnâ wal musta’khirîn, wa wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn (Assalamu’alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan [yang telah mendahului dan akan menyusul] kami.  Sesungguhnya kami insyaallah akan menyusul kalian." 

Jawaban Nabi atas pertanyaan Siti A’isyah yang terekam dalam Shahih Muslim itu sekaligus memberi isyarat bahwa ziarah juga bisa dilakukan oleh kaum perempuan. Hanya saja, para peziarah dilarang menangis di atas kuburan. Imam Nawawi dalam Al-Adzkâr mengatakan, para peziarah disunnahkan memperbanyak baca Al-Qur'an, dzikir, dan doa untuk penghuni kubur yang diziarahi serta seluruh umat Islam yang telah meninggal dunia. Ziarah dianjurkan dilaksanakan sesering mungkin dan diutamakan ke kuburan orang-orang saleh. (sumber)

bacaan ziarah kubur bahasa arab, doa ziarah kubur orang tua kita, bacaan ziarah kubur wali, doa yang dibaca saat ziarah ke makam, doa berziarah ke makam nenek, doa tahlil ziarah kubur, doa ziarah kubur pdf, download doa ziarah kubur
Read More
"Dragon’s Breath" Cabai Super Pedas Yang Bisa Membunuh

"Dragon’s Breath" Cabai Super Pedas Yang Bisa Membunuh

"Dragon’s Breath" Cabai Super Pedas
"Dragon’s Breath" Cabai Super Pedas
Cabai atau cabai merah atau chili adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai "bahan makanan pokok" ke sepuluh (alih-alih sembilan). Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai.

Di dunia ini terdapat berbagai macam cabai dengan tingkat kepedasan yang berbeda, dari yang pedasnya standar sampai yang super pedas. Cabai gendot, cabai rawit, cabi ceplik, cabai jemprit, cabai putih, cabai merah, hijau, paprika, cabai keriting, cabai jepang, cabai jawa dan lainnya.

Cabai merah besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat antikanker

Cabai banyak mengandung vitamin C, bijinya mengandung zat-zat yang sebagai antibiotik. Namun bagi penyuka rasa pedas, harap waspada, ada satu jenis cabai yang pedasnya bisa membunuh.

Seorang chef dari North Wales, mengakui cabai yang paling pedas yang pernah ada adalah cabai yang biasa disebut ‘Dragon’s Breath’. Karena rasanya yang begitu pedas, cabe jenis ini bisa mengakibatkan kematian bagi orang yang mengonsumsinya. Cabai jenis ini biasa dipakai dalam dunia kedokteran karena bisa membuat kulit mati rasa.

Chef yang bernama Mike Smith ini menanam cabai jenis ini sejak 7 tahun lalu. Rasa pedas dalam cabai ini mampu menyebabkan pemakannya mengalami anafilaksis, reaksi alergi tiba-tiba yang menyebabkan pembengkakkan pada tenggorokan.Cabai jenis ‘Dragon’s Breath’ ini lebih pedas dibanding lada jenis manapun. Konon, cabai jenis ini lebih pedas daripada semburan lada digunakan tentera Amerika Syarikat.


Hasil rekayasa genetika

Cabai buatan bernama Dragon’s Breath  atau napas naga ini adalah Cabai dengan rekayasa genetik yang memiliki tingkat kepedasan di atas rata-rata. Cabai tersebut diklaim dapat membunuh orang yang mengkonsumsinya secara langsung.

Tingkat kepedasan Dragon’s Breath diklaim lebih dari 2,48 juta di skala Scoville. Tingkat kepedasan tersebut sangat berbahaya saat dikonsumsi secara langsung. Orang yang mengonsumsi cabai tersebut bisa mengalami gejala kejang-kejang hingga tewas.

Bahkan, tingkat kepedasan semprotan cabai yang digunakan oleh militer Amerika Serikat kalah oleh Dragon’s Breath ini. Semprotan tersebut memakai cabai dengan tingkat kepedasan 2 juta di skala Scoville.

Dilansir Mirror, Selasa (16/5/2017), Dragon’s Breath  dikembangkan oleh seorang koki asal Wales Utara bernama Mike Smith, 53. Ia bekerja sama dengan Universitas Nottingham Trent membuat Dragon’s Breath dengan tujuan utama di bidang medis.

Kini Mike dan tim ilmuwan Universitas Nottingham Trent sedang mengembangkan obat bagi orang yang alergi dengan obat bius.
Cabai yang memecahkan rekor 'dragon's breath' tersebut telah dikembangkan untuk digunakan dalam perawatan medis sebagai obat bius, karena minyak yang berasal dari cabai tersebut sangat kuat hingga dapat membuat kulit mati rasa.
“Cabai ini dikembangkan karena banyak orang yang alergi dengan anestesi atau obat bius. Cabai ini bisa menjadi alternatif karena cairannya bisa membuat kulit terasa bebal,” tambah Mike. Selain itu, Dragon’s Breath juga dianggap cocok untuk negara berkembang di mana obat bius masih mahal dan terbatas.

Cabai napas naga ini akan dipamerkan di pameran bunga dan tumbuhan Chelsea Flower Show 23-27 Mei 2017, di Chelsea, Inggris. (berbagai sumber)
Read More