Kisah Jarkasih, Imam Shalat Tarawih Yang Meninggal saat Rakaat Ketujuh

Kisah Jarkasih, Imam Shalat Tarawih Yang Meninggal saat Rakaat Ketujuh

 Imam Shalat
Gambar hanya ilustrasi
Seorang imam Shalat Tarawih, Jarkasih (69) meninggal dunia saat sedang mengimami Jemaah di sebuah Langgar Al Fajri, Jalan KH Khalid, Samarinda Ilir.

Kejadian yang terjadi Jumat (26/5) tersebut terjadi saat Rakaat Ketujuh Shalat tarawih.

Kejadian tersebut tidak menghentikan kelangsungan shalat tarawih. Salat tetap dilanjutkan. Seorang makmum bernama Hardadi akhirnya maju untuk menggantikan Jarkasih.

Hardadipun melanjutkan shalat tarawih dengan lafal surat-surat Alquran yang dibacakan terdengar begitu cepat. Helmi, anak tertua Jarkasih juga berada di dalam barisan jemaah. Meski tak berada persis di belakang Jarkasih, mata Helmi tertuju ke tubuh ayahnya.

Kepergian Jarkasih membuat langgar yang berada persis di pinggir jalan itu menjadi ramai.

Kepergian Jarkasih membuat para tetangga kaget. Sebab, selama ini Jarkasih terlihat sehat. Adik Jarkasih, Sapriansyah mengatakan, kakaknya memiliki kedisiplinan dalam hal agama. Jarkasih pernah memarahi anak-anaknya yang meninggalkan salat. (Sumber)


Khusnul khatimah [sumber]


Khusnul khatimah atau akhir hidup yang baik adalah suatu kondisi dimana seorang mukmin diberi taufiq oleh Allah sebelum datangnya kematian untuk meninggalkan segala perbuatan yang mendatangkan murka Allah Azza wa Jalla, bersemangat melakukan ketaatan dan mengerjakan berbagai kebaikan kemudian dia menutup usianya dengan kebaikan.

Insya Allah, pak Jarkasih meninggalnya Khusnul khatimah. Karena diantara Tanda Kematian yang Husnul Khotimah adalah orang yang meninggal dalam keadaan mengerjakan kebaikan atau amal sholeh. Seperti seseorang yang meninggal dalam keadaan sholat, melaksanakan ibadah haji, bersilaturahmi dan sebagainya. Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda;

مَنْ قَالَ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ، خُتِمَ لَهُ بهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بهَا ، دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بهَا ، دَخَلَ الْجَنَّةَ “

“Barangsiapa yang meninggal ketika mengucap ‘Laa ilaaha illallah’ ikhlas karena maka dia masuk Surga, barangsiapa yang berpuasa pada suatu hari kemudian meninggal maka dia masuk Surga, dan barangsiapa yang bersedekah ikhlas karena Allah kemudian dia meninggal maka dia masuk Surga.” (HR. Ahmad).
Read More
Heboh! Video Shalat dengan Gerakan Aneh di Masjid Agung Palembang, Ini Yang Sebenarnya Terjadi

Heboh! Video Shalat dengan Gerakan Aneh di Masjid Agung Palembang, Ini Yang Sebenarnya Terjadi

Memasuki Bulan suci Ramadhan, Sosial Media digemparkan dengan video seroang wanita yang melakukan shalat dengan gerakan yang aneh.

Tak perlu menunggu lama untuk tersebar dan menjadi viral di Sosmed hingga menjadi perbincangan. Dalam Video tersebut terlihat seorang wanita sedang shalat dengan gerakan yang aneh atau tidak lazim.

Wanita tersebut mengenakan kain putih atau biasa disebut mukena, terlihat sedang shalat sendirian. Pada awalnya ia berdiri dan melakukan gerakan shalat seperti biasa, namun pada gerakan lain ia melakukan gerakan mengoyang-goyangkan badan dan kepalanya.

Tonton Videonya di bawah ini:


Setelah beberapa hari, akhirnya akun Facebook @irmapalembang melakukan klarifikasi terkait video tersebut. ia menjelaskan bahwa wanita yang ada dalam video tersebut memang sering shalat di Masjid Agung Palembang dan ibu tersebut sedang sakit (gangguan psikologis).

Berikut ini klarifikasinya...

Klarifikasi  Video Shalat dengan Gerakan Aneh di Masjid Agung Palembang

Klarifikasi  Video Shalat dengan Gerakan Aneh di Masjid Agung Palembang
Read More
Balita Ini Menyusu pada Ibunya Yang Sudah Meninggal

Balita Ini Menyusu pada Ibunya Yang Sudah Meninggal

Seorang balita di India mencoba menyusu pada ibunya yang telah meninggal di pingir rel kereta api
Seorang balita di India mencoba menyusu pada ibunya yang telah meninggal di pingir rel kereta api, Rabu (24/5/2017). Foto/Cover Asia Press
Seorang balita yang menangis mencoba menyusu pada ibunya yang telah meninggal di jalan pinggir rel kereta api. Kejadian ini terjadi pada Rabu pagi, di Distrik Damoh, Madhya Pradesh, India.

Petugas yang datang melihat balita berusia 17 bulan itu menangis sambil mencoba menyusu di atas jasad ibunya yang terlentang. Video pemandangan tragis diunggah akun KTN News di akun YouTube-nya.

“Kami melihat seorang wanita berbaring di dekat jalur kereta api dan (kami) memberi tahu polisi,” kata seorang saksi mata bernama Monu Balmiki, 27.

”Tapi ketika kami mendekat, kami melihat seorang anak di sebelahnya menangis dan meminum susunya. Ini membuatnya tersengal-sengal.”

Nand Ram, Kepala Polisi Kereta Api Pemerintah, kaget melihat kejadian itu. ”Balita itu menangis untuk ibunya dan tidak menerima respons dari ibunya. Dia memeluknya dan mulai meminum susu darinya,” kata Ram.

”Kami kaget melihatnya, sangat menyedihkan. Wanita itu terbaring meninggal saat anak itu duduk di sampingnya tanpa goresan,” ujarnya.

”Ini adalah sesuatu yang belum pernah kita lihat sebelumnya. Itu cukup emosional bagi kita semua,” lanjut Ram.

Balita itu kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat untuk check-up. Dia dinyatakan sehat.

Balmiki menambahkan bahwa petugas telah dikirim untuk memeriksa jasad ibu balita itu untuk menyelidiki penyebab kematiannya.

Pihak rumah sakit memastikan balita tersebut hanya menderita flu, namun sudah ditangani tim medis.”Anak itu dibawa kemari sekitar pukul 10.00 pagi ini (kemarin),” kata pihak rumah sakit melalui seorang juru bicara. ”Kami melakukan pemeriksaan fisik terhadapnya dan dia menderita flu tapi sudah diberi obat.”

Setelah penemuan mayat ibu dan bayinya, polisi melakukan autopsi untuk memastikan penyebab kematian. Adapun bayi malang itu dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum diserahkan kepada CWC.

Vidhyarthi mengatakan bayi malang yang saat ditemukan kelaparan dan menyusu ke mayat ibunya akan dirawat selama dua hari sebelum diberikan kepada keluarga korban.  (Sumber)
Read More