Quick Count/Hitung Cepat Pilgub/Pilkada DKI Jakarta 2017

Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta) adalah ibu kota negara Republik Indonesia. Jakarta merupakan satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi. Jakarta terletak di pesisir bagian barat laut Pulau Jawa. Dahulu pernah dikenal dengan nama Sunda Kelapa (sebelum 1527), Jayakarta (1527-1619), Batavia/Batauia, atau Jaccatra (1619-1942), Jakarta Tokubetsu Shi (1942-1945) dan Djakarta (1945-1972). Di dunia internasional Jakarta juga mempunyai julukan seperti J-Town,[9] atau lebih populer lagi The Big Durian karena dianggap kota yang sebanding New York City (Big Apple) di Indonesia.

Hari ini Rabu 15 Februari 2017,di Provinsi DKI Jakarta digelar pemilihan kepala daerah (Pilkada) untuk memilih pasangan calon Gubernur dan wakil Gubernur untuk periode 2017-2022.

Penghitungan suara manual oleh KPU diawali pada tempat pemungutan suara (TPS). Perhitungan tersebut dilakukan oleh KPPS setelah pemilih selesai melakukan pencoblosan.

Hasil hitung tersebut selanjutnya akan dilaporkan ke tingkat PPS di KPUD untuk dilakukan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara per kecamatan. Hasil inilah yang nantinya akan menentukan pasangan mana yang unggul dan menjadi pemenang untuk duduk di kursi tertinggi di daerah ini.

Sementara itu, ada pula pihak lain yang melakukan hitungan, seperti pihak independen atau dari pasangan itu sendiri. Metode yang digunakan adalah hitung cepat / quick count ataupun real count dengan mengambil contoh hasil penghitungan surat suara di beberapa TPS. Biasanya hasil persentase tidak jauh dengan hasil hitung manual KPU. Namun demikian hasil KPU-lah yang dianggap sah oleh KPU.

Sebelumnya KPU sudah menentukan nomer urut masing-masing pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yakni: Nomor urut satu Agus Yudhoyono-Sylviana Murni atau Agus-Sylvi, nomor urut dua Paslon Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat atau Ahok-Djarot, dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno atau Anies-Sandi.


Hasil perolehan suara Paslon Cagub dan Cawagub pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017:

Quick Count

Quick Count dengan Data Masuk: 100%, Sumber: INDOBAROMETER
  • Agus-Sylvi. Memperoleh suara sebesar 17,17%
  • Ahok-Djarot. Mendapatkan suara sebanyak 43,72%
  • Anies-Sandi. Mendapat 39,11%
Quick Count dengan Data Masuk: 94.75%, Sumber: CHARTA
  • Agus-Sylvi. Memperoleh suara sebesar 17,13%
  • Ahok-Djarot. Mendapatkan suara sebanyak 43,25%
  • Anies-Sandi. Mendapat 39,62%
Quick Count dengan Data Masuk: 92.33%, Sumber: VOXPOL
  • Agus-Sylvi. Memperoleh suara sebesar 17%
  • Ahok-Djarot. Mendapatkan suara sebanyak 42,6%
  • Anies-Sandi. Mendapat 40,4%

Hasil Hitung KPU

Hasil Hitung KPU dari TPS (Form C1) Provinsi DKI Jakarta dengan data masuk : 13.023 dari 13.023 TPS atau 100%.
  1. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A. dan Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H.,M.Si. 17.06% atau 936.461 suara.
  2. Ir. Basuki Tjahaja Purnama, M.M. dan Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, M.S. 42.96% atau 2.357.785 suara.
  3. Anies Baswedan, Ph.D. dan Sandiaga Salahuddin Uno 39.97% atau 2.193.530 suara.