Manusia Kerdil yang Tertangkap Kamera Video di Hutan Aceh adalah Suku Mante?

Sebuah komunitas trail berhasil mengabadikan sosok kerdil yang diduga suku Mante. Video tentang penampakan yang disebut-sebut sebagai orang Mante, suku asli Aceh inipun langsung viral, Minggu (26/3/2017).

Hebohnya Video ini bermula setelah pertama kali diunggah oleh pemilik akun Fredography di youtube, langsung menyebar ke Facebook dan Instagram.

Video tersebut berjudul: ‘Ini yang lagi Heboh. Penampakan makhluk kecil di hutan belantara Aceh

Setelah diperhatikan tayangan videonya, terlihat, awalnya komunitas trail sedang lintas trek di salah satu hutan di Aceh. Saat motor melaju kencang, tiba-tiba pengendara yang ada di depan terjatuh karena nyaris menabrak sosok kecil yang tiba-tiba melintas, hendak menyeberang jalan.

Sosok kecil tersebut tak mengenakan baju, hanya mengenakan cawat dengan kepala plontos. Semua kejadian itu terekam oleh kamera Go Pro yang ada dipasang di helm salah satu pengendara.

Selanjutnya para pengendara motor tersebut berhenti dan mencari cari sosok tersebut yang menghilang masuk ke semak-swemak, namun hingga selesainya video tak ditemukan sosok kerdil yang diduga Suku Mante tersebut.

Dikutip dari situs Wikipedia, Suku Mante (Gayo: Manti) atau juga dieja Mantir, adalah salah-satu etnik terawal yang disebut-sebut dalam legenda rakyat pernah mendiami Aceh. Suku ini, bersama suku-suku asli lainnya seperti Lanun, Sakai, Jakun, Senoi, dan Semang, merupakan etnik-etnik pembentuk Suku Aceh yang ada sekarang.

Suku Mante diperkirakan termasuk dalam rumpun bangsa Melayu Proto, awalnya menetap di wilayah sekitar Aceh Besar, dan tinggal di pedalaman hutan.

Suku-suku asli tersebut diperkirakan beremigrasi ke Aceh melalui Semenanjung Melayu. Dalam legenda Aceh, Suku Mante dan Suku Batak disebut-sebut sebagai cikal-bakal dari Kawom Lhèë Reutōïh (suku tiga ratus), yang merupakan salah satu kelompok penduduk asli Aceh. Saat ini Suku Mante sudah punah, atau lenyap karena sudah bercampur dengan suku bangsa pendatang-pendatang lainnya yang datang kemudian. Sampai saat ini, masih belum terdapat bukti ilmiah yang kuat terhadap keberadaan suku ini.