Bandung Miliki Microlibrary (Perpustakaan) Berdinding 2.000 Limbah Wadah Es Krim

Microlibrary Bandung
https://www.facebook.com/TunasRabira/

Umumnya, bangunan sebuah perpustakaan dindingnya terbentuk dari tembok bata. Namun di Bandung, Jawa Barat, sebuah bangunan perpustakaan berwujud unik. Dindingnya terbuat dari susunan limbah wadah es krim. Bernama Microlibrary, dindingnya yang sebagian berlubang itu berfungsi sebagai ventilasi.

Perpustakaan yang berdiri di Jalan Bima Nomor 100 B tersebut memiliki luas 160 meter persegi. Terdiri dari dua lantai, ruang perpustakaan berada di bagian atas. Kolongnya yang dibiarkan terbuka, menjadi ruang serba guna. Salah satunya digunakan untuk latihan tarian modern grup kabaret anak sekolah.

Devih Desdian Dwi Hendra selaku pengelola tempat itu, seperti dikutip tempo.co mengatakan, ada hampir dua ribu wadah bekas es krim yang dipakai. Semuanya berwarna putih, berbentuk segi empat, seperti ember kecil. "Harga per wadahnya Rp 10 ribu," katanya saat ditemui di lokasi, Senin, 17 April 2017.

https://www.facebook.com/TunasRabira/
Tiap wadah bekas es krim itu dibaut ke papan-papan baja yang saling mengapit. Wadah ada yang bagian bawahnya dilubangi sehingga menjadi akses udara. Dinding itu kemudian dilapis lagi bagian dalamnya oleh jendela-jendela geser berangka aluminium. Wadah bekas itu pun disusun untuk menampilkan kode binari. "Kalimatnya, buku adalah jendela dunia," kata Devih yang juga Ketua Karang Taruna Kelurahan Arjuna Kecamatan Cicendo itu.
Perpustakaan unik berbentuk kubus ini didesain Daliana Suryawinata dan Florian Heinzelmann dari SHAU Architecture. Keduanya mencoba mendesain perpustakaan tersebut dengan memakai barang bekas yang bisa di upcycling agar memiliki nilai tambah dan menarik.

Devih mengungkapkan, jumlah buku yang ada saat ini sekitar 700 judul. Kebanyakan buku untuk anak Sekolah Dasar sekitar 40 persen. Selebihnya buku agama, novel, ilmu pengetahuan, politik, dan bisnis.

Sejak dibuka 5 September 2015 dan diresmikan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Microlibrary buka setiap hari dari pukul 08.00-16.00 WIB. "Ini salah satu perpustakaan tingkat kelurahan," kata Devih.

https://www.facebook.com/TunasRabira/
Pembuatan Microlibrary hasil kerja sama Pemerintah Kota Bandung, Dompet Dhuafa, Suryawinata Heinzelman Architecture Urbanism (SHAU), serta Indonesian Diaspora Foundation. SHAU sebagai arsitek bangunan itu, lewat akun Facebook mereka menyatakan, karya tersebut meraih salah satu penghargaan di ajang Architizer A+ Awards 2017 untuk kategori Arsitektur Komunitas.

Sumber: Tempo.co: Perpustakaan di Bandung Ini Berdinding 2.000 Limbah Wadah Es Krim