Pria di Jaksel Ini Miliki Uang Rp 16 Juta dari Hasil Mengemis

Pengemis
Pengemis, gambar hanya ilustrasi

Seorang pengemis di Jakarta Selatan miliki uang dengan jumlah tak kurang dari 16.060.700 rupiah. Hal ini membuat kita kaget, bagaimana tidak, pengemis yang biasanya hanya menerima uang recehan dari pemberinya bisa miliki uang sebanyak itu.

Pengemis yang diketahui bernama Bayu (18) ini  merupakan penyandang disabilitas yang biasa mengemis di sekitar wilayah Pondok Pinang, Lebak Bulus Jakarta Selatan.

Bayu ditangkap Petugas Pelayanan, Pengawasan, dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan Selasa (18/4/2017) pada malam hari. Kemudian diserahkan ke PSBI (Panti Sosial Bina Insan) Kedoya sekitar pukul 10 malam.

Penangkapan ini dilakukan setelah petugas banyak mendapat laporan masyarakat bahwa Bayu minta-minta dengan cara memaksa. Bayu tidak memiliki kaki dan tangan kanan. Untuk beraktivitas, dia menggunakan sepeda roda tiga.

Bayu tidak memiliki rumah atau mengontrak kosan. Dia tidur secara berpindah-pindah. Bayu berasal dari Kuningan, Jawa Barat. Sudah sekitar 10 tahun dia mengemis di Jakarta.

Saat ditangkap oleh petugas ditemukan bungkusan keresek berisi uang yang merupakan hasil dari dia meminta-minta. Terdiri dari uang logam sampai kertas Rp 100 ribu. Petugas menghitung uang tersebut sampai 48 jam dan diketahui jumlahnya Rp 16.060.700. Sumber


Hukum Meminta-Minta (Mengemis) Menurut Syari’at Islam

Dalam satu hadits, Rasulullah saw menyebutkan tentang kecintaan Allah swt kepada orang yang mencari rizki secara halal meskipun ia bersusah payah dalam mendapatkannya, beliau bersabda:

ِإنَّ للهَ تَعَالىَ يُحِبُّ أَنْ يَرَى تَعِبًا فىِ طَلَبِ الْحَلاَلِ

Sesungguhnya Allah cinta (senang) melihat hamba-Nya lelah dalam mencari yang halal (HR. Ad Dailami).
Salah satu cara mencari harta yang tidak terhormat adalah dengan meminta atau mengemis kepada orang lain. Karena itu, sebagai muslim jangan sampai meminta atau mengemis agar kita mendapat jaminan surga dari Rasulullah saw sebagaimana sabdanya:

مَنْ يَتَكَفَّلُ لِى أَنْ لاَ يَسْأَلَ النَّاسَ شَيْئًا وأَتَكَفَّلُ لََهُ بالْجَنَّةِ

Barangsiapa yang menjamin kepadaku bahwa ia tidak meminta sesuatu kepada orang, aku menjamin untuknya dengan surga (HR. Abu Daud dan Hakim).