Bukan Mulut Kaya Bakteri, Namun Inilah Penyebab Mangsa Komodo Dapat Mati Secara Cepat

Komodo
Mitos yang berkembang dari dulu hingga saat ini mengenai komodo mematikan karena punya mulutnya kaya akan bakteri. Konon, dengan bakteri itulah yang membuat mangsa komodo langsung terkulai lemas dan mati saat digigit Komodo.

Namun mitos tersebut terbantahkan setelah sejumlah penelitian terbaru mengungkap, sehingga hal yang sebelumnya banyak termuat dalam buku teks, film dokumenter, dan pengumuman di kebun binatang itu salah dan tidak didasari hasil penelitian yang kuat.

Lewat hasil penelitian yang dipublikasikan di Proceedings of the National Academy of Sciences pada 2009, Bryan Fry, peneliti dari University of Queensland di Australia diperoleh keterangan bahwa


Fry memindai kepala komodo untuk melihat morfologi dan strukturnya. Ia menemukan, komodo memiliki kelenjar racun yang menghasilkan bisa mematikan.

Menurut Fry, komodo membunuh dengan taktik mencengkraman, merobek, dan menyuntikkan racun. Komodo menggigit dengan gigi yang bergerigi dan menarik kembali dengan otot leher yang kuat. Hasilnya: luka menganga.

Bersamaan dengan luka, komodo menyuntikkan racunnya. Senyawa secara cepat menurunkan tekanan darah dan membuat mangsanya syok.

Bekerjasama dengan Ellie Goldstein dari Sekolah kedokteran Universitas California di Los Angeles, Fry juga melakukan studi keragaman bakteri pada mulut komodo.

Keduanya mengusap mulut mulut 10 komodo dewasa dan 6 anak komodo anak di Kebun Binatang Los Angeles, Honolulu, dan Houston.

Hasilnya? Tak ada yang istimewa dari populasi bakteri mulut komodo. Semua jenis bakteri yang ditemukan lazim berada di mulut dan perut hewan. Baca selengkapnya di sini...