"Dragon’s Breath" Cabai Super Pedas Yang Bisa Membunuh

"Dragon’s Breath" Cabai Super Pedas
"Dragon’s Breath" Cabai Super Pedas
Cabai atau cabai merah atau chili adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Bagi seni masakan Padang, cabai bahkan dianggap sebagai "bahan makanan pokok" ke sepuluh (alih-alih sembilan). Sangat sulit bagi masakan Padang dibuat tanpa cabai.

Di dunia ini terdapat berbagai macam cabai dengan tingkat kepedasan yang berbeda, dari yang pedasnya standar sampai yang super pedas. Cabai gendot, cabai rawit, cabi ceplik, cabai jemprit, cabai putih, cabai merah, hijau, paprika, cabai keriting, cabai jepang, cabai jawa dan lainnya.

Cabai merah besar (Capsicum annuum L.) merupakan salah satu jenis sayuran yang memilki nilai ekonomi yang tinggi. Cabai mengandung berbagai macam senyawa yang berguna bagi kesehatan manusia. Sun et al. (2007) melaporkan cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Kandungan terbesar antioksidan ini adalah pada cabai hijau. Cabai juga mengandung Lasparaginase dan Capsaicin yang berperan sebagai zat antikanker

Cabai banyak mengandung vitamin C, bijinya mengandung zat-zat yang sebagai antibiotik. Namun bagi penyuka rasa pedas, harap waspada, ada satu jenis cabai yang pedasnya bisa membunuh.

Seorang chef dari North Wales, mengakui cabai yang paling pedas yang pernah ada adalah cabai yang biasa disebut ‘Dragon’s Breath’. Karena rasanya yang begitu pedas, cabe jenis ini bisa mengakibatkan kematian bagi orang yang mengonsumsinya. Cabai jenis ini biasa dipakai dalam dunia kedokteran karena bisa membuat kulit mati rasa.

Chef yang bernama Mike Smith ini menanam cabai jenis ini sejak 7 tahun lalu. Rasa pedas dalam cabai ini mampu menyebabkan pemakannya mengalami anafilaksis, reaksi alergi tiba-tiba yang menyebabkan pembengkakkan pada tenggorokan.Cabai jenis ‘Dragon’s Breath’ ini lebih pedas dibanding lada jenis manapun. Konon, cabai jenis ini lebih pedas daripada semburan lada digunakan tentera Amerika Syarikat.


Hasil rekayasa genetika

Cabai buatan bernama Dragon’s Breath  atau napas naga ini adalah Cabai dengan rekayasa genetik yang memiliki tingkat kepedasan di atas rata-rata. Cabai tersebut diklaim dapat membunuh orang yang mengkonsumsinya secara langsung.

Tingkat kepedasan Dragon’s Breath diklaim lebih dari 2,48 juta di skala Scoville. Tingkat kepedasan tersebut sangat berbahaya saat dikonsumsi secara langsung. Orang yang mengonsumsi cabai tersebut bisa mengalami gejala kejang-kejang hingga tewas.

Bahkan, tingkat kepedasan semprotan cabai yang digunakan oleh militer Amerika Serikat kalah oleh Dragon’s Breath ini. Semprotan tersebut memakai cabai dengan tingkat kepedasan 2 juta di skala Scoville.

Dilansir Mirror, Selasa (16/5/2017), Dragon’s Breath  dikembangkan oleh seorang koki asal Wales Utara bernama Mike Smith, 53. Ia bekerja sama dengan Universitas Nottingham Trent membuat Dragon’s Breath dengan tujuan utama di bidang medis.

Kini Mike dan tim ilmuwan Universitas Nottingham Trent sedang mengembangkan obat bagi orang yang alergi dengan obat bius.
Cabai yang memecahkan rekor 'dragon's breath' tersebut telah dikembangkan untuk digunakan dalam perawatan medis sebagai obat bius, karena minyak yang berasal dari cabai tersebut sangat kuat hingga dapat membuat kulit mati rasa.
“Cabai ini dikembangkan karena banyak orang yang alergi dengan anestesi atau obat bius. Cabai ini bisa menjadi alternatif karena cairannya bisa membuat kulit terasa bebal,” tambah Mike. Selain itu, Dragon’s Breath juga dianggap cocok untuk negara berkembang di mana obat bius masih mahal dan terbatas.

Cabai napas naga ini akan dipamerkan di pameran bunga dan tumbuhan Chelsea Flower Show 23-27 Mei 2017, di Chelsea, Inggris. (berbagai sumber)