Indahnya Ngabuburit dan Buka Puasa di Madinah (Saudi Arabia)

Ngabuburit adalah suatu kegiatan mengisi waktu saat menjelang bupa puasa di bulan suci Ramadhan. Ngabuburit yang berasal dari kata burit, dalam bahasa sunda berarti sore ini dilakukan oleh kaum muslimin dan muslimat di wilayah Jawa Barat atau Pasundan khususnya pesantren. Mereka para santri mengisi ngabuburit dengan melakukan tadarusan (membaca Al Qur'an), pengajian dan hal lainnya yang berhubungan dengan Syiar Islam.

Bagaimanakah suasana ngabuburit dan buka puasa di Madinah? ada yang unik dengan ngabuburit di Madinah, kebanyakan penduduk Madinah lebih senang menghabiskan waktu ngabuburit di Mesjid Nabawi. Tidak perlu mengeluarkan uang untuk menikmati menu buka puasa. Cukup duduk manis berlimpah makanan datang sendiri.

Makanan berlimpah tersebut berasal dari sesama kaum muslimin yang ingin mendapatkan pahala, dengan memberi sedekah makanan kepada orang yang berbuka puasa.

Berbeda dengan di Indonesia, banyak orang yang menantikan sedekah dari para dermawan. Di Madinah justru para dermawan mencari-cari orang yang mau menerima sedekahnya. Bahkan mereka menyebar semacam calo yang mengajak banyak orang untuk duduk menikmati hidangan yang telah mereka siapkan.

Calo-calo itu dengan gigih mengajak setiap orang yang ditemui untuk diajak duduk di tempat yang telah mereka siapkan. Saat sang calo telah mendapatkan orang yang diajaknya, maka ia akan menggandeng erat orang tersebut seolah takut lepas atau direbut oleh calo-calo yang lain.

Selepas ashar, maka orang-orang diperbolehkan masuk ke dalam mesjid dengan membawa berbagai jenis makanan. Sebelum masuk para petugas yang berada di pintu mesjid akan memeriksa setiap makanan yang akan dibawa masuk. Para petugas tersebut memastikan jangan sampai ada makanan berupa nasi, karena nasi hanya bolehkan dihidangkan di luar mesjid.

Sambil menunggu adzan magrib dan makanan terhidang semua, para penikmat takjil menghabiskan waktu dengan berbagai aktifitas seperti membaca Al Qur'an, berdiskusi tentang ilmu agama, membantu menata hidangan buka puasa, berdzikir, hingga bermain gadget atau hanya duduk merenung saja.

Bagi penduduk yang tempat tinggalnya jauh dari mesjid Nabawi, mereka akan diangkut dengan bus yang telah disediakan untuk diantar sampai halaman depan menjid Nabawi.

Untuk kenyamanan kaum muslimin menikmati ngabuburit dan buka puasa di Mesjid Nabawi, telah disiapkan tenaga medis yang standby menangani jika ada yang membutuhkan pertolongan kesehatan.

Petugas kebersihanpun dikerahkan agar lingkungan tetap bersih. Petugas-petugas keamanan juga disiagakan.

Halaman mesjid luar Nabawi yang biasanya kosong, sengaja ditata meja kursi untuk menyambut kaum muslimin yang hendak berbuka puasa. Siapapun bebas untuk memilih dimana mereka akan menikmati hidangan puasa.

Saat Adzam Magrib dikumandangkan, kaum muslimin akan menikmati lezatnya berbuka puasa, dengan sajian yang telah tersedia.

Madinah (/məˈdiːnə/; bahasa Arab: المدينة المنورة, al-Madīnah al-Munawwarah, "kota yang bercahaya"; atau المدينة, al-Madīnah (pengucapan Hejazi: [almaˈdiːna]), "kota"), juga ditransliterasikan sebagai Madīnah, adalah sebuah kota di Hejaz, sekaligus ibukota dari Provinsi Madinah di Arab Saudi. Dalam kota ini terdapat Masjid Nabawi ("Masjid Nabi"), tempat dimakamkannya Nabi Islam Muhammad, dan kota ini juga merupakan kota paling suci kedua ummat Islam di dunia setelah Mekkah.
Madinah adalah tujuan Nabi Muhammad untuk melakukan Hijrah dari Mekkah, dan secara berangsur-angsur berubah menjadi ibukota Kekaisaran Muslim, dengan pemimpin pertama langusung oleh Nabi Muhammad, kemudian dilanjutkan oleh Khulafaur Rasyidin, Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, dan Ali Bin Abi Thalib Kota ini menjadi pusat kekuatan Islam dalam abad-abad komunitas Muslim mulai berkembang. Madinah adalah tempat bagi tiga masjid tertua yang pernah dibangun, yaitu Masjid Quba, Masjid Nabawi, dan Masjid Qiblatain ("masjid dua kiblat"). Umat Muslim percaya bahwa penyelesaian dari serangkaian penurunan surah alquran diterima Nabi Muhammad di Madinah, yang dikenal sebagai surah Madaniyah yang nampak perbedaannya dengan surah Makkiyyah.

Seperti kota Mekkah, non-Muslim tidak diperkenankan memasuki wilayah suci Madinah (tetapi tidak masuk ke bagian pusat kota) berdasarkan aturan Pemerintah Arab Saudi.