Ini Saran Saran Pavel Durov Agar Pemerintah Membatalkan Pemblokiran Telegram

Pavel Durov
Founder Telegram Pavel Durov
Jumat (14/7/2017) pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika resmi memblokir layanan chat Telegram. Alasan pemblokiran layanan pesaing WhatsApp ini terkait konten radikalisme dan terorisme.

Telegram diblokir karena dianggap memuat kanal bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Ceo Telegram, Pavel Durov melalui channel resmi Telegram-nya pada hari minggu, 16/07/2017 menjabarkan tiga poin solusi agar pemerintah membatalkan pemblokiran layanan chatting tersebut. Berikut ketiga poinnya.
  1. Memblokir semua channel publik yang berhubungan dengan terorisme, sesuai laporan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).
  2. Pavel telah menghubungi Kemenkominfo via e-mail untuk menjalin komunikasi personal sehingga ke depannya lebih efisien berhubungan terkait pemberantasan konten terorisme.
  3. Telegram sedang membentuk tim moderator khusus yang paham bahasa dan budaya Indonesia. Dengan begitu, laporan-laporan tentang konten berbau terorisme bisa diproses dengan lebih cepat dan akurat. (Sumber)