Asal Usul Nama Tanjakan Emen yang Dikenal Angker

Tanjakan Emen
Kecelakaan maut terjadi di tanjakan Emen, Subang Jawa Barat. Sebuah bus pariwisata terbalik di Jalan Raya Bandung-Subang, Kampung Cicenang, Ciater Subang, atau Tanjakan Emen, Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018) pukul 17.00 WIB. Sebanyak 27 orang tewas dalam kejadian itu.

Bus ini mengangkut rombongan anggota Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Permata, Legoso, Ciputat, Tangerang Selatan. Dari data yang terhimpun sejauh ini total korban kecelakaan tersebut berjumlah 56 orang, di antaranya 27 meninggal dunia.

Sebelum kejadian, diduga sudah ada motor yang mengalami kecelakaan terlebih dahulu di jalan tersebut sehingga membuat pengemudi bus tak bisa mengendalikan laju kendaraan.

Ruas jalan Raya Bandung-Subang itu sudah dikenal banyak warga sebagai lokasi yang menakutkan. 

Nyaris setiap tahun kecelakaan di tempat yang sama terjadi, yang tak kalah menghebohkan menimpa bus rombongan siswa SMA Al Huda Cengkareng, Jakarta Barat, tahun 2014 lalu.

Tapi tahukah Anda mengapa kawasan tersebut dinamai Tanjakan Emen?

Ternyata ada kisah tragis di balik pemberian nama itu. Percaya atau tidak, terdapat cerita misteri berbau mistik terkait Tanjakan Emen yang persisnya terbentang sebelum jalan menuju pintu objek wisata air panas Ciater tersebut.

Dadan Wahyudin, pengguna Kompasiana, pernah menuliskan asal usul ruas Jalan Raya Bandung-Subang tersebut lebih beken disebut "Tanjakan Emen."

"Menurut cerita di kalangan warga, alkisah Emen dikenal sopir pemberani. Emen mengemudikan oplet jurusan Bandung-Subang. Ia tewas kecelakaan di daerah itu saat mengangkut ikan asin dari Ciroyom Bandung menuju Subang, tahun 1964," tulis Dadan di Kompasiana.com, 1 Agustus 2010 silam.

Kala itu, tutur Dadan dalam tulisannya berjudul "Melewati Legenda Tanjakan Emen, Ciater Subang", kendaraan yang disopiri Emen terbalik dan terbakar.

Nahas bagi Emen, dia terbakar hidup-hidup hingga tewas.

Konon, saat itu, Emen dikenal sebagai satu-satunya sopir yang berani mengemudikan kendaraan pada malam hari.

"Setelah peristiwa itu, warga sekitar meyakini arwah Emen bergentayangan dan mengganggu para pengemudi yang berani melintas di daerah tersebut, terutama pada malam hari. Kejadian rem blong, bus tergelincir dan kendaraan terperosok kerap terjadi di jalur ini," tuturnya.

Tak sedikit pula, sambungnya, terjadi peristiwa aneh seperti kendaraan tiba-tiba mogok, sopir atau penumpang kendaraan bermotor kesurupan saat melintasi Tanjakan Emen.

Versi lain tentang asal usul "Tanjakan Emen" menyebutkan, nama tersebut mulai melekat saat ada seseorang bernama Emen menjadi korban tabrak lari di daerah itu.

Kemudian, mayat Emen bukannya ditolong malah disembunyikan di rimbun pepohonan sekitar tanjakan tersebut. Sumber