5 Persyaratan dan Cara Daftar Rumah DP 0 anies sandi

5 Persyaratan dan Cara Daftar Rumah DP 0 anies sandi

Rumah DP 0 anies sandi
Gambar Ilustrasi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menetapkan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon peserta program rumah DP nol rupiah / Tanpa DP. Dikutip dari republika.co.id, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan sejumlah kriteria penerima manfaat program rumah dengan uang muka (down payment/DP) 0 rupiah. Ada lima kriteria yang menjadi sasaran utama program tersebut.


Kriteria tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Warga DKI Jakarta. Warga negara Indonesia berkartu tanda penduduk (KTP) DKI.
  2. Program tersebut diprioritaskan bagi warga yang telah menikah dan belum memiliki rumah. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya surat keterangan dari kantor kelurahan setempat.
  3. Penghasilan total rumah tangga tak melebihi Rp 7 juta. Jumlah tersebut ditetapkan dengan gabungan pendapatan suami dan istri yang dihitung sebagai pendapatan rumah tangga.
  4. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI juga memprioritaskan pekerja informal yang selama ini kesulitan mendapatkan fasilitas kredit. Mereka bisa mengikuti program itu dengan menunjukkan bukti bahwa penghasilannya di atas Rp 7 juta.
  5. Program tersebut ditujukan bagi warga DKI yang sudah tinggal dalam waktu tertentu, terbukti dengan KTP DKI yang dikeluarkan tahun 2013 dan sebelumnya.
Read More
Bapak ini Jual Honda Astrea Grand Seharga Rp 80 Juta, Ini Cerita Lengkapnya

Bapak ini Jual Honda Astrea Grand Seharga Rp 80 Juta, Ini Cerita Lengkapnya

Honda Astrea Grand Seharga Rp 80 Juta

Seorang warga Bintaro, Tangerang Selatan bernama Zubastian Rachman telah berhasil menjual Sepeda motor Astrea Grand miliknya dengan harga sangat tinggai yakni Rp. 80 Juta. Berita tentang penjualan motor dengan harga fantastis ini tersebar luas di jagat media sosial. Bagaimana ceritanya hingga Zubastian bisa menjual sepeda motornya dengan harga tinggai? berikut ini ceritanya.

Dikutip dari kompaas.com, awalnya, motor tersebut dibeli dari seorang warga Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, sekitar tiga bulan silam seharga Rp 3,4 juta. Menurut Tian, tujuannya membeli motor Astrea Grand bekas lawas dilatarbelakangi hobinya memodifikasi motor. Awalnya ia hanya ingin melihat-lihat motor tahun 91an... kemudian tertariklah ia dengan Astrea Grand yang ia langsung bawa pulang yang hanya berjarak 2,5 Km dari rumahnya.

Setiba dirumah, Zubastian langsung membuat rencana untuk mencari suku cadang asli Honda. Hampir seluruh suku cadang ia ganti, kecuali sasis yang hanya dicat ulang.

Seluruh Suku cadang ia beli baru dari toko online di Internet, hampir semua suku cadang yang dibelinya didapat di Indonesia, kecuali lampu depan dan besi pegangan bagian belakang yang dibelinya dari seseorang di Malaysia.
 Honda Astrea Grand Seharga Rp 80 Juta

Setelah semua suku cadang terkumpul, baruah Zubastian mulai mengganti satu persatu suku cadang lama dengan yang baru, dalam merakit ia dibantu mekanik dari bengkel Kembar Racing Team yang masih berlokasi di seputaran Bintaro.

Terakhir, Zubastian membungkus jok dan memasang pelat warna putih, tujuannya agar seolah-olah motor tersebut tampak seperti baru dibeli dari diler Honda.

Proyek restorasipun usai, Zubastian mulai menghitung biaya total yang sudah ia keluarkan. Ternyata biaya total sekitar Rp 30 juta plus ongkos bongkar pasang sekitar Rp 1,5 juta.

Motor Honda Grand hasil restorasipun selesai, ia mulai menawarkan kepada teman-temannya. Akhirnya ada seorang teman yang mau menawar dengan harga 80 juta, padahal menurut pengakuan Zubastian tawarannya saat itu hanya 75 juta.( Sumber )
Read More
Stephen Hawking, Ilmuwan Atheis Tak Kuasa Menolak Sakaratul Maut

Stephen Hawking, Ilmuwan Atheis Tak Kuasa Menolak Sakaratul Maut

Stephen Hawking
Orang memandang Stephen Hawking sebagai ilmuwan paling istimewa di abad ini. Penggagas teori lubang hitam dan juga theory of everything ini sejak 50 tahun duduk di kursi roda bahkan harus bicara lewat alat khusus. Ada juga yang mengatakan dia telah mempopulerkan sains dengan pendekatan populer, penuh humor dan modern. Namun sekarang Ilmuwan dunia ini tidak bisa apa-apa lagi, ia telah meninggal dunia.

Hawking meninggal di rumahnya di Cambridge pada pagi hari tanggal 14 Maret 2018 (GMT), menurut seorang juru bicara keluarga. Keluarganya mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengungkapkan kesedihan mereka.

Keluarga Hawking tidak mengungkapkan penyebab kematiannya, mereka menyatakan bahwa dia "meninggal dengan damai". Namun dalam sebuah pernyataan yang dirilis hari Selasa (13/4), pihak keluarga mengumumkan bahwa Stephen Hawking meninggal dalam tidurnya.

Sebelumnya Hawking menderita penyakit Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), yakni gangguan degeneratif yang tidak dapat disembuhkan dan juga dikenal sebagai penyakit Lou Gehrig. Penyakit itu membuatnya  hampir lumpuh total. Setelah operasi tenggorokan pada tahun 1985, dia bisa berkomunikasi melalui synthesizer suara elektronik.

Dia hidup dengan gangguan degeneratif selama lebih dari 50 tahun, suatu hal yang jarang terjadi. Hanya 5 persen pasien yang didiagnosis dengan ALS bertahan hidup selama 10 tahun atau lebih, demikian pernyataan Motor Neurone Disease Association.

Stephen Hawking adalah penerima 12 gelar kehormatan dan merupakan seorang ilmuwan yang sangat dihormati. Komentar dan tanggapannya tentang setiap penemuan besar di dunia fisika, astronomi dan kosmologi selalu ditunggu.

Hawking juga diangkat sebagai Lucasian Professor of Mathematics at Cambridge University, sebuah jabatan terhormat yang juga dipegang oleh Sir Isaac Newton lebih 300 tahun lalu.


Pernyataan Pribadi tentang Agama dan ateisme

Hawking menyatakan bahwa ia "tidak setaat orang-orang pada umumnya" dan ia percaya bahwa "alam semesta diatur oleh hukum ilmu pengetahuan". Hawking stated:

Ada perbedaan mendasar antara agama yang didasarkan pada perintah [dan] sains yang didasarkan pada pengamatan dan nalar. Sains akan menang karena selalu terbukti.

"Hukum-hukum [sains] ini bisa jadi ditetapkan oleh Tuhan, tetapi Tuhan tidak campur tangan untuk melanggarnya," kata Hawking. Dalam wawancara di The Guardian, Hawking memandang konsep surga sebagai mitos. Ia yakin bahwa "surga atau akhirat itu tidak ada" dan hal-hal seperti itu "hanyalah dongeng bagi orang-orang yang takut kegelapan". Pada tahun 2011, ketika menarasikan episode pertama seri televisi Curiosity di Discovery Channel, Hawking mengatakan:

Kita bebas percaya apapun, dan saya memandang bahwa penjelasan paling sederhananya adalah Tuhan itu tidak ada. Tidak ada sosok yang menciptakan alam semesta dan tidak ada pula yang menentukan nasib kita. Pandangan ini membuat saya sadar akan hal lain. Mungkin surga itu tidak ada. Demikian halnya dengan akhirat. Kita hanya hidup sekali untuk menikmati besarnya alam semesta ini. Saya sangat bersyukur atas nikmat tersebut.

Pada September 2014, ia hadir di Starmus Festival sebagai pembicara dan mengumumkan bahwa dirinya adalah seorang ateis. Dalam wawancara dengan El Mundo, ia berkomentar:

Sebelum kita paham ilmu pengetahuan, wajar saja kita percaya bahwa Tuhan menciptakan alam semesta. Namun, sains kini memiliki penjelasan yang lebih meyakinkan. Ketika saya mengatakan 'kita akan mengetahui isi pikiran Tuhan', maksud saya adalah kita akan tahu semua hal yang diketahui Tuhan, itu pun seandainya ada Tuhan, dan memang tidak ada. Saya seorang ateis.


Kematian Yang tak dapat Dihindari

Stephen Hawking adalah salah satu contoh manusia yang sombong kepada sang Maha Pencipta yaitu Tuhan. Ia tidak percaya tuhan, namun hingga akhir hayatnya ia tidak kuasa apa-apa untuk menolak kehendakNya. Penderitaan selam 50 tahun duduk di kursi roda bahkan harus bicara lewat alat khusus adalah sebuah teguran dari tuhan, namun ia tidak merasakannya. Hanya hidayah yang bisa membuat orang percaya kepada tuhannya. Ini adalah sebuah pelajaran, sepintar apapun manuasia tidak dapat lolos dari kuasa tuhan.
Read More
Peternak Unggas di Australia Temukan Telur Ayam Raksasa Berisi Telur

Peternak Unggas di Australia Temukan Telur Ayam Raksasa Berisi Telur

Telur Ayam Raksasa Berisi Telur

Sebuah peternakan bernama Stockman's Eggs yang berada di kawasan Atherton Tablelands, Cairns Barat, di Queensland, Australia telah menemukan sebutir telur raksasa yang dijuluki 'babushka' yang dihasilkan oleh seekor ayam yang dibiakkan tanpa kandang, atau free range.

Telur raksasa tersebut ditemukan oleh seorang pekerja perusahaan Stockman's Eggs. Saat ditemukan, berat telur tersebut mencapai 176 gram, dengan ukuran tiga kali dari rata-rata telur biasa.
Telur yang ukurannya tiga besar lebih besar dari telur biasa
Telur yang ukurannya tiga besar lebih besar dari telur biasa.
Supplied: Stockman's Eggs
Setelah dipecahkan, mereka menemukan telur kecil kedua yang ada di dalamnya.

Menurut peternak, babushka menjadi telur terbesar yang pernah diproduksi di peternakan ini sejak pertama kali berdiri di tahun 1923, tiga generasi yang lalu.
Telur besar seukuran genggaman tangan orang dewasa.
Telur besar seukuran genggaman tangan orang dewasa.
Foto: Stockman's Eggs

Para ahli unggas di negeri tersebut merasa heran dengan keanehan ini. Mereka tidak habis pikir bagaimana sebuah telur dihasilkan oleh seekor ayam dengan ukuran yang luar biasa. Untuk lebih jelasnya mengenai berita ini silahkan simak penjelasan lengkapnya di sini.
Read More